4 Solusi Mudah Yang Bisa Kamu Terapkan Untuk Mengurangi Plagiarime Di Kampus

4 Solusi Mudah Yang Bisa Kamu Terapkan Untuk Mengurangi Plagiarime Di Kampus
Freepik

Buat kamu yang lagi asyik-asyiknya nikmatin masa kuliah, pastinya kamu udah enggak asing lagi dong dengan yang namanya dikasih tugas dari dosen. Minggu ini dikasih tugas, dikerjakan, selesai, eh minggu depannya dikasih tugas lagi yang sama banyaknya dengan minggu sebelumnya. Ya, begitulah kehidupan seorang mahasiswa, tugasnya ya belajar.

Namun, kamu juga harus ingat, tugas yang diberikan oleh dosen padamu itu harus kamu kerjakan dengan jujur dan sebisa mungkin tidak menjiplak tulisan orang lain di internet, karena tindakan tersebut sangat sering terjadi belakangan ini di kalangan mahasiswa semenjak adanya teknologi internet.

Kenapa sih kamu enggak boleh copy-paste tugas dari internet? Penjelasan mudahnya, tindakan yang kamu lakukan itu sama saja dengan praktek plagiat. Menjiplak karya orang lain dan melabelinya dengan namamu sendiri hanya akan membuat eksistensi budaya plagiarisme semakin menjadi-jadi. Sekarang, pertanyaannya adalah:

"Kalau kamu bisa membuat tulisanmu sendiri, kenapa harus menjiplak karya orang lain?"

Pertanyaan diatas seharusnya bisa menyadarkanmu kalau masih lebih baik menulis tugas essai milikmu sendiri, dengan begitu, kamu berarti percaya diri dengan hasil karya tulismu itu. Dosenmu pun akan mengapresiasi usahamu itu. Manfaat lainnya, kemampuan menulismu pun akan semakin baik. Semua manfaat ini bisa kamu dapatkan hanya dengan cara berhenti memplagiat karya orang lain.

"Tapi kan, temen-temen yang lain juga ngelakuin hal yang sama? Rasanya enggak adil kalo mereka dengan gampangnya bisa copy-paste tulisan di internet buat nyelesaiin tugasnya sedangkan aku harus susah payah baca banyak literature, parafrase tulisan yang mau dikutip, merevisi tulisannya sampai bagus, baru deh bisa ngumpulin tugasnya ke dosen"


Kamu enggak harus iri dengan sesuatu yang udah jelas-jelas salah ya. Anggap aja kamu udah move on dari masa-masa jadi mahasiswa expert copy-paste, kalau dibandingkan, kamu dan mereka memang sama-sama menyelesaikan tugasnya, namun, jalan yang kalian ambil jelas berbeda.

Jalan yang dipilih oleh temanmu adalah menyelesaikan tugasnya secepat mungkin dengan cara apapun tidak peduli apakah caranya baik atau tidak, dalam hal ini, mereka lebih suka memilih menekan kombinasi tombol "Ctrl + C dan Ctrl +  V" di papan keyboard laptop milik mereka. Satu-satunya keuntungan yang mereka dapatkan hanya tugas yang selesai, hanya itu, coba bayangkan, 4 tahun melakukan praktek plagiat seperti itu, akankah ilmunya bermanfaat untuknya? Tanpa harus menuliskannya pun, kamu pastinya tahu kan apa jawabannya.

Berbeda dengan jalan yang kamu ambil, melelahkan memang, tapi, untuk melakukan hal baik, di awal memang sulit, namun begitu selesai, kamu akan mendapatkan manfaat dari usahamu itu. Kabar baiknya, kalau kamu berkeinginan melanjutkan studi ke luar negeri, kamu sudah tidak usah khawatir lagi kalau dosen disana memberimu tugas menulis paper, kenapa? Karena kamu sudah terbiasa menulis tulisan orisinilmu sendiri, see?

Oleh karena itu, mari kita sama-sama mengurangi budaya plagiasi di kampus. Ada 4 solusi yang bisa kita lakukan untuk menguranginya, ya, meskipun plagiarisme itu tidak bisa kita enyahkan secara keseluruhan, namun, tak ada salahnya kita mengusahakannya, bukan? So, apa saja sih yang bisa kita lakukan untuk mengurangi plagiarisme di kampus?


1. Mengedukasi Warga Kampus Baik Itu Mahasiswa Dan Dosen Mengenai Plagiarisme

Langkah pertama yang bisa kita lakukan adalah memberikan edukasi kepada civitas akademik kampus mengenai plagiarisme, karena terkadang kita tidak sadar kalau aktifitas yang sedang kita lakukan termasuk plagiarisme.

Dengan memberikan edukasi pada mahasiswa dan dosen, diharapkan, tidak ada kasus seperti lupa mencantumkan sumber referensi lagi pada saat mengutip sebuah teori atau gagasan dari seorang ahli yang bisa mendukung pernyataan dalam skripsi, tesis, disertasi, ataupun jurnal penelitian.


2. Memberikan sanksi pada pelaku plagiarisme

Kalau ingin serius mengurangi plagiarisme di kampus, ya, kita harus tegas menindak pelaku plagiarismenya. Pada tahap ini, kita telah mengedukasi mahasiswa mengenai plagiarisme, selanjutnya, pihak kampus bisa membuat peraturan berupa sanksi yang pantas untuk pelakunya. Sebagai gambaran, universitas di luar negeri tidak tanggung-tanggung memberikan sanksi seperti mencabut beasiswa atau bahkan yang lebih parahnya lagi, mengeluarkan mahasiswa dari kampus. See? Menjiplak karya orang lain sepertinya terlihat sepele, namun, dampaknya begitu besar.


3. Manfaatkan Teknologi Anti-Plagiarism Seperti Turnitin dan gtPlagiarismTest

Di luar negeri, banyak kampus yang memanfaatkan teknologi aplikasi Anti Plagiarism, salah satunya, Cardiff Metropolitan University di United Kingdom (UK), universitas ini menerapkan teknologi aplikasi web bernama Turnitin.

Turnitin.com

Bagaimana dengan kampus dalam negeri? Kabar baiknya, kampus dalam negeri pun melakukan hal yang sama demi mengurangi plagiarisme di kampusnya, sebut saja Universitas Gadjah Mada. UGM menggunakan aplikasi gtPlagiarismTest yang dikembangkan oleh Gamatechno untuk mendukung program dunia pendidikan yang terbebas dari praktik tidak berpendidikan seperti plagiarisme.

Gamatechno

Dengan aplikasi ini, pihak universitas jadi bisa lebih terbantu dalam memeriksa plagiarisme dalam sebuah karya ilmiah karena apps ini memiliki keunggulan rekam jejak user, kalkulasi presentase kemiripan, evidence of plagiarism, dan multiple plagiarism test method. Semua kelebihan aplikasi ini bisa dijadikan pilihan yang tepat untuk mengurangi plagiarisme di kampus.

4. Menyediakan Sesi Konsultasi Tugas Untuk Mahasiswa

Di luar negeri, dosen memberikan keleluasaan pada mahasiswanya untuk berkonsultasi langsung mengenai tugasnya, dengan begitu, mahasiswa bisa mendapatkan petunjuk mengenai cara mengerjakan tugas dengan baik, ia juga bisa menanyakan cara mengutip gagasan yang relevan dengan topiknya agar terhindar dari plagiarisme. Jadi, dengan adanya konsultasi, dosen bisa membimbing mahasiswanya supaya terhindar dari plagiarisme.

Setelah membaca artikel ini, kamu jadi tahu apa yang harus dilakukan untuk mencegah plagiarisme, dan saya berharap, kamu bisa menerapkannya di lingkungan kampusmu, mari bersama-sama kita hentikan budaya plagiarisme mulai dari sekarang. :)

Punya solusi lainnya? Ceritakan pendapatmu dalam upaya mengurangi plagiarisme di kampus melalui kolom komentar ya. :)

No comments

Speak Your Mind

Berkomentarlah dengan baik, usahakan membaca artikelnya terlebih dahulu hingga selesai supaya komentarmu bisa sesuai dengan pembahasan artikel di blog ini.

Jangan menyertakan link aktif di kotak komentar. Komentar berisi link aktif akan segera dihapus!

Terima Kasih :)

Powered by Blogger.